Berita

TRANSPORTASI: Masterplan Kawasan Manyar Tuntas Bulan Ini

BISNIS.COM, JAKARTA -- Rencana induk proyek Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE ditargetkan rampung pada akhir bulan ini sehingga pembangunan proyek senilai Rp7 triliun itu akan segera dilakukan Juli mendatang.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) Husein Latief mengatakan pembebasan lahan proyekl tersebut sudah dilakukan dan diharapkan masterplan tuntas pada bulan ini.

“Bulan ini selesai masterplan, lalu akan dimulai perbaikan tanah misalkan pengurukan, peninggian tanah. Mudah—mudahan pada 2015—2016 sudah beroperasi terminal yang ada di sana,” katanya usai Seminar Nasional Transportasi Laut di Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Proyek JIIPE merupakan pembangunan kawasan industri, pelabuhan, dan hunian yang berada dalam satu wilayah yang terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Proyek ini terdiri dari kawasan pelabuhan dengan luas mencapai 400 hektar hasil dari reklamasi, kawasan industri dengan luas 2.500 hektar, dan kawasan hunian atau residensial 500 hektar. Dermaga 4 km dengan kedalaman 12 meter dan 16 meter.

Proyek itu diperkirakan menelan dana hingga Rp7 triliun tetapi besaran dana itu belum dihitung secara total karena pembangunan dilakukan secara bertahap.

Nilai proyek tahap pertama JIIPE di Manyar itu masih lebih rendah dibandingkan nilai investasi pembangunan seluruh Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2018—2020 mencapai hingga Rp10 triliun.

Husein mengatakan pengoperasian dermaga nantinya itu sebetulnya cepat apabila industri sudah masuk ke kawasan tersebut.

Dalam proyek ini, katanya, perseroan melalui anak usahanya menggandeng emiten PT AKR Corpindo Tbk membentuk perusahaan patungan bernama PT Berlian Manyar Sejahtera untuk mengelola pelabuhan.

Adapun perusahaan patungan kedua yang akan mengelola kawasan industri adalah PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera.

“Namanya sejahtera supaya mensejahterakan rakyat Jatim dan umumnya Indonesia. Share kami di pelabuhan 60% mereka 40%, sedangkan di kawasan mereka [AKR] yang 60%, kami 40%,” katanya.

Relokasi

Dia mengatakan pembangunan proyek itu sebetulnya juga untuk mengakomodasi kemungkinan relokasi industri—industri dari Jepang ke Indonesia. Hal itu terjadi setelah negara Sakura itu dilanda Tsunami sehingga sejumlah pembangkit listrik ditutup dan diganti menjadi LNG.

“Kami lihat ada potensi bakal ada perpindahan industri dari Jepang ke Indonesia setelah Tsunami itu, sejumlah power station kan ditutup diganti dengan LNG artinya itu cost-tinggi kalau tetap di Jepang kan mahal,” katanya.

Selain itu pembangunan proyek ini juga untuk mendukung kebijakan pemerintah soal larangan ekspor produk raw material atau bahan mentah. Dengan demikian kawasan industri di Manyar yang unggul dalam pasokan listrik mampu mengakomodasi kepentingan industri.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto sebelumnya juga mengatakan pendanaan proyek tersebut pada saat ini masih menggunakan akumulasi dari keuntungan perseroan. Kekurangan pembiayaan akan ditutupi dari pinjaman perbankan.

sumber:http://www.bisnis.com/transportasi-masterplan-kawasan-manyar-tuntas-bulan-ini

Penulisan: 22/03/2013 10:15:46
Modifikasi: 22/03/2013 10:15:46